Unesa Jalin Kerja Sama dengan SLB Negeri Jombang: Kembangkan Koreografi Tari untuk Tingkatkan Kepercayaan Diri Anak Disabilitas Netra
Unesa Jalin Kerja Sama dengan SLB Negeri Jombang: Kembangkan
Koreografi Tari untuk Tingkatkan Kepercayaan Diri Anak Disabilitas Netra
Jombang, 15 Agustus 2025 – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus menunjukkan komitmennya sebagai kampus inklusif yang peduli pada pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus. Hal ini diwujudkan dengan terjalinnya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa melalui S3 Pendidikan Seni FBS Unesa dan SLB Negeri Jombang, yang secara khusus mengangkat tema “Koreografi.

Seni sebagai Media Inklusif
Kerja sama ini bertujuan memperkuat pengembangan potensi anak disabilitas netra melalui seni tari. Seni dipandang sebagai medium ekspresi yang tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kemandirian.
Adapun tujuan utama kegiatan ini meliputi:
- Memberikan pelatihan koreografi tari anak yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi anak disabilitas netra.
- Menganalisis proses kreatif sekaligus bentuk koreografi yang dihasilkan sebagai bagian dari penelitian.
- Membuka ruang bagi kolaborasi lintas jenjang akademik di Unesa (S1 Pendidikan Sendratasik, S2 Pendidikan Seni Budaya, dan S3 Pendidikan Seni).
- Memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengembangkan karya seni berbasis inklusi dan pengabdian masyarakat.


Ruang Lingkup Kegiatan
Kegiatan yang akan dilaksanakan mencakup serangkaian pelatihan tari
di lingkungan SLB Negeri Jombang, pendampingan intensif oleh dosen dan
mahasiswa, serta dokumentasi hasil koreografi. Dari proses tersebut, anak-anak
akan diajak mengekspresikan diri melalui gerak tari yang sederhana,
terstruktur, dan sesuai dengan kondisi mereka.
Selain pelatihan, kegiatan ini juga menjadi bahan penelitian akademik yang menganalisis bagaimana proses koreografi dapat berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan diri anak disabilitas netra.

Seni untuk Semua
Dalam kegiatan pelatihan, hadir Dr. Arif Hidajad, salah satu
pemateri yang terlibat langsung dalam mendampingi siswa SLB Negeri Jombang.
Beliau menekankan pentingnya seni sebagai ruang inklusif yang bisa diakses oleh
semua orang, termasuk anak-anak dengan disabilitas netra.
“Seni memiliki bahasa universal yang bisa dirasakan semua orang,
termasuk mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan. Justru melalui gerak
tari, anak-anak disabilitas netra dapat menyalurkan ekspresi, memperkuat rasa
percaya diri, dan merasa diakui keberadaannya,” ujar Dr. Arif.
Beliau juga menambahkan bahwa seni bukan sekadar aktivitas estetis,
melainkan sarana pembelajaran sosial yang membangun keberanian, kemandirian,
dan kebersamaan.
“Kesenian adalah ruang yang membebaskan. Anak-anak disabilitas
netra mampu membuktikan bahwa mereka bisa berkarya, berkolaborasi, dan memberi
inspirasi. Inilah esensi dari pendidikan seni yang inklusif,” imbuhnya.
Harapan dan Dampak Nyata
Koorprodi S3 Pendidikan Seni FBS Unesa, Dr. Setyo Yanuartuti M.Si,
menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya bagian dari penelitian formal,
tetapi juga wujud nyata komitmen sosial Unesa.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, khususnya mendampingi
anak-anak disabilitas netra agar mereka lebih percaya diri, berani
mengekspresikan diri, dan menyadari bahwa mereka juga memiliki potensi besar
melalui seni,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Jombang, Deny Setiyawati, S.Pd,
menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, program kolaboratif bersama Unesa
dapat memperkaya metode pembelajaran di SLB, sekaligus memberi kesempatan
peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan dan
memberdayakan.
Kontribusi Akademik dan Sosial
Kerja sama ini diharapkan memberi manfaat ganda:
- Bagi anak-anak SLB Negeri Jombang – mereka
mendapatkan ruang berekspresi, meningkatkan kepercayaan diri, serta
pengalaman berharga melalui seni tari.
- Bagi mahasiswa Unesa – mereka
memperoleh pengalaman penelitian dan pengabdian masyarakat secara
langsung, sekaligus memperdalam keilmuan seni berbasis inklusi.
- Bagi institusi – kerja
sama ini memperkuat reputasi Unesa sebagai universitas inklusif dan
berkomitmen pada keberagaman serta kesetaraan akses pendidikan.
Melalui PKS ini, Unesa bersama SLB Negeri Jombang berharap dapat
menumbuhkan lingkungan pendidikan yang lebih ramah, inklusif, dan kreatif. Seni
tari dipilih bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi sebagai media edukasi
dan pemberdayaan yang mampu membuka potensi diri anak-anak disabilitas netra.
Dengan kolaborasi ini, Unesa menegaskan kembali perannya sebagai
pelopor kampus inklusif yang terus mengembangkan riset, inovasi, dan pengabdian
kepada masyarakat berbasis kebutuhan nyata.
Editor: Syaiful
Qadar Basri
Instagram: @ipoenkbadhoet
News Writer: @ipoenkbadhoet
More
info:
🔗 https://s1psendratasik.fbs.unesa.ac.id/
🔗 https://s2pendsenibudaya.pasca.unesa.id/
🔗 https://s3pendidikanseni.fbs.unesa.ac.id/
🔗 https://fbs.unesa.ac.id/