S3 Pendidikan Seni FBS Unesa Hadirkan Guest Lecturer Dr. Salman Alfarizi (UPSI Malaysia) Bahas Paradigma Postmodern dalam Pendidikan Seni
Surabaya – Program Studi S3 Pendidikan Seni Fakultas Bahasa dan Seni (FBS)
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menguatkan atmosfer akademik
internasional melalui kegiatan Kuliah Tamu (Guest Lecturer) yang
menghadirkan akademisi dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia,
Dr. Salman Alfarizi. Acara bertajuk “Art Education and the Postmodern
Paradigm: Studies in the Perspective of Performance Studies and Cultural
Studies” ini dilaksanakan pada Senin, 30 Juni 2025, pukul
10.00–11.45 WIB di Ruang Kuliah Lantai 1, Gedung T14 FBS Unesa

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Dekan FBS Unesa, yang menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam memperkaya perspektif akademik mahasiswa doktoral. Sambutan juga diberikan oleh Koordinator Program Studi S3 Pendidikan Seni, yang menegaskan bahwa kuliah tamu merupakan bagian integral dari kurikulum untuk memberikan wawasan lintas negara. Acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata sebagai bentuk penghargaan kepada narasumber.
Dalam paparannya, Dr. Salman Alfarizi menyoroti bagaimana paradigma postmodern menjadi pendekatan penting dalam memahami dinamika pendidikan seni di era globalisasi. Paradigma ini tidak lagi berfokus pada narasi tunggal (grand narratives), tetapi pada pluralitas, dekonstruksi, serta pembacaan ulang terhadap makna dan praktik seni dalam konteks sosial-budaya kontemporer.
“Paradigma postmodern dalam pendidikan seni memberi ruang bagi
interpretasi yang lebih plural dan kritis. Seni bukan hanya produk estetika,
tetapi juga praktik sosial yang sarat makna budaya,” jelas Dr. Salman.
Beliau juga memperkenalkan pendekatan performance studies
dan cultural studies sebagai lensa analitis untuk membaca fenomena seni
kontemporer, sehingga mahasiswa mampu melihat seni sebagai praktik multidimensi
yang berhubungan erat dengan dinamika masyarakat.

Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu secara interaktif. Mahasiswa S3 Pendidikan Seni aktif mengajukan pertanyaan terkait aplikasi paradigma postmodern dalam penelitian disertasi, pengembangan kurikulum pendidikan seni, hingga tantangan metodologis dalam mengkaji praktik seni kontemporer.
Dialog yang berlangsung dinamis ini membuka wawasan kritis
sekaligus membangun refleksi mendalam bagi peserta, khususnya dalam mengaitkan
teori postmodern dengan praktik penelitian dan pendidikan seni di Indonesia.
Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa memperoleh pemahaman lebih luas mengenai:
- Pergeseran paradigma pendidikan seni dari
modern ke postmodern.
- Pemanfaatan performance studies dan
cultural studies sebagai perspektif kritis.
- Pentingnya membaca seni sebagai praktik
sosial dan budaya yang terus berkembang.
- Wawasan baru untuk mendukung penulisan
disertasi, artikel ilmiah, maupun karya akademik lainnya
Acara ditutup dengan rangkuman dari moderator yang menegaskan pentingnya paradigma postmodern dalam memperkaya pendekatan penelitian seni. Kehadiran Dr. Salman Alfarizi di Unesa diharapkan tidak hanya memberikan inspirasi, tetapi juga memperkuat jejaring akademik internasional antara Unesa dan UPSI Malaysia.
Melalui kegiatan ini, Program Studi S3 Pendidikan Seni FBS Unesa
meneguhkan komitmennya untuk terus menghadirkan forum akademik yang inklusif,
reflektif, dan terbuka terhadap perkembangan keilmuan lintas disiplin, serta
memperkuat posisi Unesa sebagai pusat kajian pendidikan seni yang progresif di
tingkat nasional maupun internasional.