Kuliah Tamu S3 Pendidikan Seni UNESA Hadirkan Guru Besar Bidang Seni dan Pendidikan Seni UNNES

Surabaya, 26 Februari 2025 – Program Studi S3 Pendidikan Seni Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan Kuliah Tamu dengan menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Jazuli, M.Hum., Guru Besar Seni dan Pendidikan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES), sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini mengusung tema “Hubungan Seni Pertunjukan sebagai
Wahana Simbolik Nilai-Nilai Budaya dengan Masyarakat melalui Ekspresi Simbolik
Seni dalam Menjaga Kehidupan yang Lebih Harmonis.”
Dalam paparannya, Prof. Jazuli menekankan bahwa seni pertunjukan
tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga merupakan ekspresi simbolik
yang sarat dengan nilai budaya, norma etika, dan pesan sosial. Menurutnya,
pemaknaan seni menjadi penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat
yang multikultural.
“Seni pertunjukan memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran budaya. Melalui simbol dan ekspresi artistik, seni menjadi sarana untuk menjaga nilai, norma, dan harmoni sosial di tengah perubahan zaman,” ungkap Prof. Dr. Muhammad Jazuli, M.Hum.

Kuliah tamu ini dibuka oleh Dr. Setyo Yanuartuti, M.Si., selaku Koordinator Program Studi S3 Pendidikan Seni UNESA. Beliau menegaskan bahwa kegiatan akademik semacam ini penting untuk memperkaya wawasan mahasiswa, terutama dalam mengkaji relevansi seni pertunjukan dengan dinamika masyarakat kontemporer.
Acara turut dipandu oleh Dr. Arif Hidajad, S.Sn., M.Pd.
sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan mahasiswa
S3 angkatan 2023 dan 2024 yang antusias menggali lebih dalam pemikiran Prof.
Jazuli terkait transformasi seni pertunjukan.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung T2 FBS UNESA
ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama akademik antara UNESA dan
UNNES. Kuliah tamu diharapkan dapat memperkuat kualitas akademik mahasiswa S3
Pendidikan Seni UNESA serta memperluas perspektif dalam memandang seni sebagai
medium nilai budaya yang relevan dan berkelanjutan.